Bangsa Beradab, berperilaku Biadab?
Ada yang bilang peradaban suatu bangsa dinilai dari bagaimana interaksi akal budi manusia-manusianya dengan lingkungan sekitar. Maka suatu bangsa akan semakin beradab, jika para penghuninya juga mencintai dan merawat sekelilingnya. Tangan-tangan iseng yang bukan pada tempatnya hanya melahirkan aksi vandalisme yang merusak. Ahh saya trenyuhhh lagi dehhhh…ampunnn….
Ini kejadian semalem dan di kereta pula, tepatnya kereta AC Ekonomi, yang berangkat dari Manggarai sekitar pukul 18.00. Malam kemarin, kereta cukup penuh, karena bertepatan dengan jam pulang kantor. Saya seperti biasa, naik di gerbong perempuan, dan cukup beruntung setelah berdiri sampai pasar minggu, ada yang turun, sehingga bisa duduk manis.
Ketika kereta mulai berjalan antara Stasiun Tanjung Barat menuju ke Lenteng Agung, kami dikagetkan dengan lemparan batu yang langsung menembus kaca. Suaranya sangat keras. Sang pelempar rupanya, sedang mempraktekkan olahraga cakram. Pasalnya, batu itu tepat sasaran. Serpihan kaca langsung berhamburan dan meninggalkan lubang menganga di kaca jendela kereta.
Coba lihat batu yang dilempar ini…hanya bisa geleng-geleng kepala.
Bagaimana jika kemudian batu ini mengenai para penumpang. Bisa bocor kepala.
Gak harus batu, tapi serpihan kaca khan juga berbahaya. Sang anak ini sesekali meringis, ketika ibunya berusaha menghilangkan serpihan kaca yang menempel di kepala.
Tolol sungguh sangat tolol untuk si Pelaku. Apa untungnya melempar batu, membahayakan nyawa orang lain? Kepuasan apa yang dibanggakan, jika aksinya itu hanya merusak dan mengancam keselamatan orang lain.
Jadi mempertanyakan, bagaimana mungkin bangsa ini mendengung-dengungkan sebagai bangsa yang beradab jika banyak yang berperilaku biadab.
by Oelfhakharisya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar